Puisi #2 | Mengapa

Mengapa selalu kopi
Pahit tapi dinikmati
Mengapa selalu senja
Sebentar tapi dipuja
Mengapa selalu hujan
Berselimut luka tapi diagungkan


Puisi #1 | Menjadi Bias

Kutatap langit penuh rasi
Untaian kata melayang sepi
Mencoba mengerti urusan hati
Agar tidak terluka lagi

Aku pernah menjadi bias
Karena rasa tak berbalas
Gula seketika menjadi amis
Berkatmu yang terlalu sadis

Kenangan akan selalu dalam ingatan
Untuk dibuang tidak seperti catatan
Menyobeknya lalu menghilang
Atau dibakar kemudian menjadi urung

Urusan hati siapa sangka
Liarnya kemana saja
Apalagi harapan naif berkata
Tapi tak apa cuma aku yang merasa

Kalau saja aku tak menyapa
Urusan hati ini tak akan larut
Meski awalnya aku tak mengira
Akan menjadi lebih sulit

Garam pun akan terasa manis
Andaikan kau sedikit mengerti
Jadi pelipur meskipun sinis
Entahlah harapan ini selalu tak pasti

Aplikasi Airnav Cirebon Data Center 2017 Membantu ATC dan Penerbang Untuk Memperlajari Ruang Udara

Download Link https://goo.gl/kd5mwA


Memandu Burung Besi Layaknya Sebuah Game

Telah lama blog ini kutinggal, semenjak menjadi seorang taruna tak satupun tulisan pernah terpostingkan. Kali ini saya akan membagikan sedikit informasi tentang dunia penerbangan. Sebelumnya saya adalah seorang mahasiswa jurusan komputer di salah satu universitas negeri di Makassar,  dan sekarang saya adalah seorang taruna di Akademi Teknik & Keselamatan Penerbangan Makassar, semenjak agustus 2014 asrama merupakan rumah utama bagiku. Taruna itu sendiri merupakan jenjang pendidikan tertinggi dan tentunya bergengsi bila di dunia militer.                 
           
Banyak orang yang belum tahu tentang profesi ATC. Maklum, jika diibaratkan dunia perfilman ATC itu sebagai sutradara (Director/Pengarah) dan Pilot itu adalah seorang actor(Directed/Diarahkan) dan bisa dipastikan yang lebih terkenal adalah seorang aktor. Padahal dibalik setiap operasi penerbangan yang berjalan lancar dan selamat disitulah selalu ada peran seorang ATC.

Di Akademi Teknik & Keselamatan Penerbangan Makassar (ATKP Makassar) saya mengambil konsentrasi D.III Pemandu Lalu Lintas Udara atau yang lebih kerennya lulusannya disebut sebagai Air Traffic Controller (ATC). Di ATKP sendiri terdapat dua jurusan yaitu Keselamatan Penerbangan (Kespen) dan Teknik penerbangan (Tekpen). Kemudian dari dua jurusan tersebut terbagi lagi atas beberapa program studi, dan D.III PLLU sendiri berada pada jurusan Keselamatan Penerbangan.           

ATC mempunyai tugas utama yaitu mencegah tabrakan antar pesawat udara maupun rintangan (Obstacle/Obstruction), dan juga menjaga keteraturan dan kelancaran operasi penerbangan. ATC bertanggungjawab terhadap keselamatan dan kelancaran operasi penerbangan di wilayah tanggungjawabnya (Manoeuvring Area). Walaupun tak berhadapan langsung dengan maut beban kerja ATC cukup berat dan bisa dibilang profesi dengan tingkat stress tertinggi di dunia (Sumber) coba bayangkan ratusan hingga ribuan nyawa di udara seakan di genggam hanya lewat instruksi ATC. Kesalahan kecil sekalipun dapat berakibat fatal.
            
Menurut saya ATC itu adalah profesi yang keren dan cukup menjanjikan, hanya dengan mengatakan “Turn Left” pesawat pun berbelok ke kiri, “Make orbit”  pesawat akan melakukan prosedur delaying action atau berputar-putar (360 derajat), seakan seperti bermain sebuah game, namun game yang harus dimainkan dengan serius, penghasilannya pun tak bisa dibilang sedikit. Meski tak menerbangankan pesawat mata seorang ATC sejatinya harus lebih tinggi dari pesawat udara yang sedang terbang agar mereka dapat membayangkan apa saja yang menjadi halangan maupun rintangan termasuk dengan pesawat lain, terrain (Daratan, Pegunungan) ataupun kondisi cuaca buruk untuk menjaga keselamatan, kelancaran dan keteraturan operasi penerbangan.

Dalam menjalankan tugasnya ATC dituntut untuk menggunakan percakapan yang telah dibakukan atau disebut dengan Phraseology. Bila tidak, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan hasil investigasi ditemukan percakapan yang tidak standar maka ATC bisa disalahkan. Di Indonesia sendiri hanya ada 4 sekolah yang mencetak seorang ATC yaitu Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, ATKP Surabaya, ATKP Medan dan ATKP Makassar, keempat sekolah tersebut merupakan Perguruan Tinggi Negeri dibawah Kementerian Perhubungan dengan sistem pendidikan Boarding School (Taruna diasramakan).  Bagi kawan-kawan yang tertarik dan ingin berkarir di dunia penerbangan dapat mendaftarkan diri dengan mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Taruna (Sipencatar) pada 4 UPT diatas  yang dilaksanakan setiap tahunnya.
            
Demikianlah tulisan singkat saya, semoga dapat menambah informasi seputar dunia pernerbangan, sebenarnya masih banyak hal tentang ATC yang ingin saya bahas tapi berhubung bahasanya terlalu mendalam dan menjurus mungkin akan membuat orang-orang awam kebingunan.  
Best Regard - Abdul Rachmat